5 Cara Meningkatkan Penjualan Produk

| |
5 Cara Meningkatkan Penjualan Produk

Tips berikut dimulai dari awal Bagi yang merasa sudah memulainya, silahkan baca bagian yang menarik bagi Anda. Dianjurkan untuk membaca dari awal agar lebih jelas dan lengkap.

Cara #1: Perluas Target Pasar Anda (Go Online)

Dari 262 juta penduduk Indonesia, sekitar 50% (yaitu 143 juta) memiliki koneksi Internet, yang memungkinkan mereka mendapatkan lebih banyak informasi di situs web, blog, atau media sosial. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai mencari konsumen yang lebih besar dari biasanya secara online. Bagi pemilik website, belajar SEO sangat penting untuk meningkatkan trafik organik secara gratis.

Apakah yakin 143 juta pengguna internet tersebut berpotensi menjadi konsumen?

Jumlah 50% tersebut menunjukkan besarnya jumlah transaksi online yang dilakukan oleh penduduk di Indonesia. Tentu sangat berpotensial sekian persen menjadi konsumen jika Anda mampu menargetkan kepada pasar yang tepat.

Beberapa alternatif yang dapat Anda pilih jika ingin mulai Go Online antara lain:

  • Website atau blog.
  • E-commerce.
  • Sosial media, seperti Facebook, Instagram, dan Youtube.

Pertimbangkan kembali, alternatif manakah yang memiliki jumlah pengguna aktif terbanyak melalui data di bawah ini.

Cara #2: Tinjau Kembali Produk yang Anda Tawarkan

Penjualan adalah aktivitas yang mudah tetapi sulit untuk mencapai tujuan. Terutama karena masalah pesaing, mereka memulai sebelum Anda mulai. Faktanya, beberapa dari mereka adalah pesaing yang mudah, lebih sukses dari Anda.

Apa saja yang harus ditinjau? Berikut ini daftarnya:

  • Harga produk
  • Kualitas produk
  • Jaminan produk
  • Bonus

4 hal diataslah yang harus Anda perhatikan. Jika ternyata Anda menemukan masalah pada harga produk, buatlah terobosan baru agar jumlah konsumen meningkat.

Cara #3: Kenali Pelanggan dan Berikan Layanan Terbaik

Quotes umum yang sudah diketahui oleh banyak orang, yaitu “Pelanggan adalah Raja”. Kenapa bisa begitu? Berikut adalah beberapa alasannya:

  • Persepsi pelanggan selalu benar.
  • Mempengaruhi pelanggan lama jauh lebih mudah daripada mendapatkan pelanggan baru.
  • Kritik yang disampaikan oleh pelanggan melalui sosial media memiliki pengaruh yang sangat besar.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh rekan kerja di kantor bimbingan untuk selalu memperhatikan komentar atau tanggapan yang diberikan oleh pelanggan online maupun offline kepada Anda.

Lantas, bagaimana kepuasan karyawan?

Kepuasan karyawan hampir sama pentingnya dengan kepuasan pelanggan. Hanya ketika orang memiliki hak dan otoritas yang lebih tinggi daripada karyawan lain (seperti pendiri, CEO atau HRD) barulah mereka memikirkan tingkat kepuasan. Bahkan dapat dipastikan grafik kepuasan pelanggan akan selalu mengikuti grafik kepuasan karyawan. Oleh karena itu, jika Anda adalah pemilik sebuah bisnis, maka Anda juga harus mempertimbangkan dua hal tersebut.

Cara #4: Kembangkan Kualitas Produk Anda daripada Milik Kompetitor

Ada satu lagi yang hebatnya hampir mirip dengan tingkat kepuasan pelanggan, yaitu kualitas produk.

Mulai dari kualitas produk yang Anda berikan, dimana calon konsumen tertarik dengan produk yang ingin mereka beli. Dengan cara ini, calon pelanggan akan melihat bagaimana konsumen yang sebelumnya membeli produk secara online dan offline memberikan rekomendasi.

Kualitas produk tidak hanya tentang keunggulan produk Anda. Sebaliknya, manfaat apa yang akan dirasakan konsumen saat menggunakan produk Anda dapat dijadikan sebagai sarana promosi agar calon konsumen baru tertarik dengan produk Anda.

Cara #5: Promosi Terbatas

Bagi sebagian orang, promosi hanyalah buang-buang uang. Juga, jika promosi tidak diselesaikan dengan benar. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan hal ini.

Buatlah promosi yang benar-benar membuat calon konsumen tertarik untuk membeli produk Anda seperti berikut ini:

  • Diskon 50% hanya untuk 5 orang pemenang.
  • Flash sale per jam.
  • Beli 1 gratis 1 di tanggal yang tepat.
  • Gratis ongkir hanya satu hari.

 




Bagikan Artikel :